Sarapan Sex Sebelum Ke Sekolah
Sarapan Seks Sebelum ke Sekolah - Tidurku yang tidak nyaman sebab dirundung mimpi jelek, berasa semakin tidak nyaman sebab nafasku tau-tau berasa sesak, serta badanku seperti tertekan suatu hal. Rasa-rasanya saya tidak menderita penyakit asma. Tetapi selangkanganku berasa enak serta nikmat, seperti ada penis yang mengeduk vaginaku. Belum juga rasa-rasanya payudaraku diremas lembut, membuatku perlahan-lahan tersadarkan dari tidurku, untuk selanjutnya merasakan rupanya Joni yang membuatku terjaga dengan menyetubuhiku. Saya yang belum juga sadar benar, kaget menyaksikannya berada di kamarku, ditambah lagi sedang menyetubuhiku, membuatku menjerit ketakutan serta mendorongnya, tetapi dia begitu berat buat cewek mungil sepertiku.
"Oh..Wan… kamu…", desahku nikmat. Joni tersenyum penuh kemenangan, membuatku sedikit kesal , tetapi cuma sesaat, sebab rasa nikmat langsung melandaku saat Joni mengulang stylenya tempo hari, dia memeluk pinggangku, serta menarikku berdiri. Penis yang sangat kuat itu langsung tenggelam demikian dalam, membuatku melenguh lenguh. Tidak cuma sebab takut, dan juga tidak ingin penis itu terlepas dari vaginaku, membuatku tanpa ada sadar kembali lagi melingkarkan kakiku ke pinggangnya. Rasa-rasanya tusukan penis itu makin dalam, serta saya yang telah melingkarkan tanganku ke lehernya agar badanku tidak jatuh ke belakang, memagut bibirnya penuh nafsu tidak peduli dengan mukanya yang amburadul. Paling akhir saya minum obat anti hamil ialah saat saya digangbang di ruangan UKS dua hari lalu, tetapi saya tidak khawatir hamil, karena sekarang saya sedang bukan dalam waktu subur. Saya telah tidak lagi punyai kemauan untuk jual mahal, sebab rasa nikmat yang telah menyebar ke semua badanku betul-betul merusak akal sehatku. Joni terus memompa vaginaku sekalian berjalan, rasa-rasanya sangat nikmat. Saya bingung serta menyangka sangka ke mana dia ingin membawaku, sekalian mulai memerhatikan situasiku. Bajuku masih menempel, meskipun tanpa ada bra. Saya memang tidak sempat tidur dengan menggunakan bra. Tetapi celana panjangku serta celana dalamku tidak ada, serta pernah saya lihat dari pintu kamarku saat Joni bawa badanku keluar, kutemukan ke-2 benda itu terkapar di lantai kamarku. Sekarang Joni menuruni tangga, ternyata akan ajak partnernya tempo hari untuk bersama-sama sama nikmati badanku.
Genting nih. Jika setiap pagi sarapan seks semacam ini, bagaimana saya fokus di sekolah? Tetapi saya tidak dapat menampik kesenangan ini, serta pasrah saja ikuti tekad Joni. Tiap jalannya di tangga membuat penisnya memompa vaginaku, serta saya orgasme mudah sampai cairan cintaku mengalir makin banyak, semestinya membasahi paha Joni, yang nampak suka senang saja. Pada akhirnya dia membawaku ke kamar tidur pembantu lelaki di rumahku, dimana pak Bijakin serta Suwito telah menanti. Dengan nafas tersengal sengal sebab sodokan Joni yang makin terus-menerus, saya yang mengetahui akan selekasnya digangbang lagi, coba memperingatkan mereka dengan terputus putus bersatu desahan serta lenguhan, "kalian… harus inghh… ingat… yaaah…. ngggh…. saya nantiiii…. harus… sekolah….". Mereka ketawa, serta Suwito mengatakan, "Tenang non Eliza, hanya satu ronde kok. Kami kan harus juga kerja bersihkan sisi luar rumah Non…". Suwito membelai pantatku serta meneruskan "aduh non, jika ini non cantik sekali lho non, mana ada bintang film porno yang secantik nona kita ini ya?". Pak Bijakin menyibakkan rambutku yang terurai ke belakang telingaku serta menimpali, "Kita ini betul-betul mujur dapat kerja di sini. Dimana lagi kita bisa nikmati nona amoy secantik non Eliza ini.. selanjutnya lagi. Non Eliza sendiri kan yang meminta? Jika ini mah, bayaran tidak naik kita kerasan lho Non kerja sampai tua di sini".
Lainnya sabar menunggu gilirannya dengan triknya masing masing, Suwito membelai serta meremas pantat serta payudaraku, sesaat pak Bijakin membelai belai rambutku yang panjang sampai sepunggung ini, sekalian hirup berbau harum rambutku. Dengan badan yang dirangsang tiga orang sekaligus juga semacam ini, membuat orgasme untuk orgasme meluluh lantakkan badanku, hingga kemudian hadirlah waktu saat yang sangat nikmat itu, saya kembali lagi memperoleh multi orgasme. "Mmmmmph… hnngggh.. oooohhhh… aaa….duuuuuh…." erangku waktu badanku terlonjak lonjak tidak karuan, cairan cintaku membanjir serta membanjir. Betisku melejang lejang, pinggangku tertekuk ke belakang saat saya nikmati orgasmeku dengan keseluruhan. Badanku sudah pasti jatuh jika tidak ditahan Suwito serta pak Bijakin, yang manfaatkan peluang itu untuk menyusu pada payudaraku sekalian meremas remas dengan gemas, membuat orgasmeku yang susul mengejar ini semakin berasa nikmat. Dentang grandfather clock dari dalam ruangan tamu di rumahku memperlihatkan saat ini ialah jam 09:00!
Oh… entahlah, kemungkinan telah sejam kali saya digenjot Joni, jika ditambah lagi waktu saya masih tertidur. Dia memang perkasa untuk kepentingan seks, membuatku makin takjub kepadanya. Beberapa waktu sesudah saya orgasme, Joni tidak tahan lagi. "Oooh… memeknya non Eliza ini…. rasa-rasanya kontolku seperti diurut urut… telah 3 menit… aaah… ", erangnya sekalian tembakkan spermanya di liang vaginaku. Saya pejamkan mata ingin nikmati sepuas puasnya rasa hangat yang penuhi relung relung vaginaku. Kurasakan badanku dibaringkan di salah satunya tempat tidur mereka, serta penis Joni telah lepas dari vaginaku. Saya buka mataku, untuk lihat gantian siapa selanjutnya. Sedikit beda dari tempo hari, saat ini gilirannya Suwito, yang telah ambil tempat di selangkanganku, serta selekasnya memasukkan penisnya ke vaginaku yang masih tetap benar-benar basah oleh cairan cintaku serta sperma Joni.Saya cuma dapat menggeliat pasrah di bawah tindihan Suwito, yang dengan penuh semangat menggenjotku sepuas puasnya. Pak Bijakin masih mainkan rambutku, yang menurut dia benar-benar indah. Tau-tau saya ingat penis Joni yang tentu masih belepotan sperma yang bersatu cairan cintaku. Entahlah apakah yang mendorongku, tetapi saya hampir tidak dapat meyakini jika itu ialah suaraku sendiri saat saya menyebut Joni, "Wan, sini saya oralin bentar".
Joni yang sedang duduk di lantai istirahat, tentunya tidak perlu kuminta 2x, dia selekasnya bangun mendekatiku serta menyodorkan penisnya untuk kuoral, serta tanpa ada malu malu saya menggenggam penis yang telah melembek itu, kukulum kulum serta kuseruput sampai pipiku nampak kempot, sampai tidak ada sperma yang masih ada, sesaat Joni melenguh lenguh keenakan. Betul-betul gila! Bagaimana kemungkinan saya dapat seliar ini? Serta saya berasa sperma itu demikian enak serta gurih, apa ini sebab saya mulai suka minum sperma? Mungkin, sebab sekarang saya telah tidak sabar lagi menanti Suwito orgasme, sebab saya ingin selekasnya menjilati serta mengisap sperma lagi. Karena itu sesudah penis Joni usai kuoral sampai bersih, saya selekasnya gerakkan pinggulku menyongsong tusukan untuk tusukan Suwito, serta betul saja, tidak sampai 10 menit Suwito telah menggeram. Ingin saya meminta keluar di mulutku, tetapi saya takut dipandang tidak adil sebab barusan Joni telah keluar di. Karena itu saya diam saja, biarkan Suwito memberi kepuasan keinginannya untuk menyemprotkan spermanya dalam liang vaginaku. Sesudah kurasakan tidak ada semprotan lagi, saya selekasnya menggerakkan badannya sampai penisnya lepas dari jepitan liang vaginaku, serta buru buru saya mengatakan, "To, cepat sini…". Suwito juga selekasnya mendekatiku, memasukkan penisnya ke mulutku, serta saya selekasnya mengisap nyedot dengan pejamkan mataku, merasai tetes untuk tetes sperma yang teroleskan di lidahku. Rasa-rasanya sangat nikmat, asin serta demikian gurih.
Pak Bijakin yang pernah tidak kulihat tangkai hidungnya, kulihat kembali lagi, sekalian bawa satu sendok teh serta piring kecil. Saya tidak begitu memperdulikan hal tersebut, serta terus mengulum penis Suwito. Tau-tau, saya melepas kulumanku, sekalian melenguh perlahan sebab merasai nikmat pada selangkanganku. Tidak apa apa, toh penis Suwito telah bersih. Tetapi bukan itu yang perlu kupikirkan, karena itu saya lihat ada apakah dengan selangkanganku. Rupanya pak Bijakin sedang menyendoki lelehan sperma yang bersatu cairan cinta yang mengalir keluar dari vaginaku, serta ditadahi dengan piring kecil barusan. Saya cuma diam meredam nikmat, saat sendok kecil itu mengorek ngorek vaginaku secara halus, seakan menyendoki cairan cintaku serta sperma sperma dari Joni serta Suwito. Sesudah lumayan lama, kemungkinan sesudah vaginaku telah tidak begitu becek lagi, pak Bijakin mengatakan, "Non Eliza, non senang peju ya? Saya suapin peju ingin ya?". Saya dengan sedikit malu, mengangguk perlahan, serta pak Bijakin mulai menyuapiku secara halus seperti menyuapi anaknya yang sedang sakit. Kembali lagi saya merasai sperma yang bersatu cairan cinta. Suapan untuk suapan cairan yang gurih serta nikmat ini membuat saya tidak demikian lapar lagi walau saya ingat saya belum makan pagi. Sesudah porsiku habis, pak Bijakin mulai siap-siap menggenjotku, sekalian menanyakan, "Non Eliza, non ingin tidak jika kelak saya keluarkan peju dalam mulut non?". Saya mengangguk suka, selanjutnya memperlebar selangkanganku selebar lebarnya, sebab saya ingat penis pak Bijakin ini memiliki ukuran raksasa. Kurasakan penis itu telah mulai melesak sedikit, serta gairahku langsung naik cepat. Ditambah lagi Joni serta Suwito turut menyusu pada payudaraku dengan remasan remasan kecil.
"Aduh… oooh…", erangku di antara sakit serta nikmat. Tetap ada rasakan sakit yang menempa vaginaku, sebab ukuran penis pak Bijakin besar sekali. Tetapi sekarang saya dapat bertambah cepat menyesuaikan, serta mulai menyeimbangi genjotan sopirku ini. sesudah rasakan sakit itu musnah, saya mulai mendesah serta melenguh keenakan. Penis itu seakan menancap demikian erat, hingga saat pak Bijakin menarik penisnya, seakan vaginaku yang menjepit penisnya turut tertarik, serta badanku terangkat sedikit. Tetapi saat penis itu menusuk, rasa-rasanya vaginaku terasanya sedang dimasuki daging keras yang besar sampai sesak sekali. Tidak sekeras punyai Joni memang, tetapi masih keras untuk ukuran orang seumur pak Bijakin. Serta cukup keras untuk bikin saya terasanya melayang-layang ke awang awing. Rasa nikmat ini pada akhirnya membuat saya orgasme, kembali lagi kakiku melejang lejang membuat jepitan vaginaku pada penis pak Bijakin semakin erat, serta ini membuat pak Bijakin kewalahan, penisnya berkedut kedut. Dia selekasnya menarik penisnya terlepas dari vaginaku dengan tergesa gesa, serta selekasnya memasukkan penisnya dalam mulutku. Selekasnya semprotan spermanya yang berasa asin serta gurih, membasahi kerongkonganku. Saya terus melahap sperma itu, menjilati serta mengulum penis itu sampai bersih. Saya telah tidak berasa lapar lagi sesudah sarapan sperma serta cairan cintaku sendiri. Mereka bertiga pada akhirnya duduk mengendalikan nafas mereka yang masih tetap mengincar. Joni yang sangat lebih dulu sembuh, tetapi sesuai dengan janji mereka, ini cuma satu ronde. Tau-tau Sulikah tiba keburu buru sekalian bawa celana dalam serta celana panjang satin pasangan pakaian tidurku. "Non, kakaknya non telah pulang. Cepetan non, gunakan ini serta kembali pada kamar non", hebat Sulikah cukup cemas. Saya ikut juga cemas, selekasnya menggunakan celana dalam serta celana panjang ini, selanjutnya lari kembali pada kamarku. Lainnya selekasnya menggunakan pakaiannya masing masing, selanjutnya selekasnya keluar dari kamar tempat kami acara pesta seks baru saja, seakan-akan sedang kerja seperti umumnya.
Untung Sulikah memberitahukan pas pada saatnya, saya telah di ruangan makan saat kudengar gemuruh mesin mobil kokokku di garasi. Ternyata dosen yang mengajar mata kuliahnya pagi hari ini tidak tiba. Saya naik tangga dengan jantung berdegup kencang, pada akhirnya sampai saya ke kamarku yang kulihat telah rapi, tentu Sulikah yang membereskan. Pernah kulihat jam, rupanya telah jam 09:30. Serta saya selekasnya masuk dalam kamar mandi, bersihkan badanku dari keringatku serta keringat tiga orang barusan, vaginaku kucuci bersih, sampai berasa kesat. Kemungkinan sebab hanya 1 ronde, badanku tidak begitu capek. Usai mandi, saya keringkan badanku sekalian pastikan tidak ada sinyal tanda saya barusan bermain seks dengan mereka. Lalu saya menggunakan pakaian enjoy, serta turun ke ruangan makan. Disana telah menanti kokoku, yang membawakan saya nasi campur di dekat sekolahnya, kegemaranku. Yah, kebetulan deh. Saya kan belum makan pagi, hanya sarapan sperma dari mereka bertiga barusan. Saya memeluk kokoku suka, serta mengatakan, "thank you ya kokoku yang baik". Kokoku ketawa serta merayuku, "Iya me. Tetapi baik jika bawain makanan saja ya? Jika tidak jadi tidak baik?". Saya memukul lengannya manja, lalu kami makan bersama-sama. Kami bercakap ke sana kesini, serta tidak berasa pada akhirnya usai kami makan.
Kokoku kembali pada kamarnya, kemungkinan main computer. Saya kembali pada kamarku, menyiapkan diri ke sekolah. Saat ini telah jam 10, saya umumnya pergi jam 11:30. masih ada satu 1/2 jam lagi, saya mempersiapkan seragamku, putih abu abu. tas sekolahku, yang membuatku ingat mengenai obat perangsang itu. Lalu saya menyisir rambutku rapi, serta duduk manis di ranjangku. Sekalian menanti, saya menghubungi temanku, serta kami bercakap sampai tidak berasa kini saatnya saya harus pergi. Sesudah berpamitan, saya berseragam sekolahku, lalu berpamitan pada kokoku, serta turun ke garasi. Seperti umumnya, pak Bijakin tawarkan diri untuk mengantarku, tetapi kutolak halus sebab saya ingin mengemudikan mobil sendiri. Diperjalanan, saya mengingat ingat insiden pagi hari ini, serta memikirkan esok saya harus layani mereka bertiga lagi sebab kokoku kuliah pagi sampai siang. Hmm, sarapan seks setiap pagi sebelum ke sekolah? saya menggelengkan kepala tidak mengerti, dapat bisanya ada pembantu plus sopir yang menggunakan badan anak majikannya. Entahlah, yang semakin edan lagi, anak majikannya ini tidak berasa keberatan alias bispak begitu loh
Unduh Narasi Mesum Sarapan Seks Sebelum ke Sekolah Di sini
